Senin, 21 Agustus 2017

Malam-malam Kepoin Handphone Orang

Malam ini, diri ini dengan kepo yang tak tertahankan, iseng membuka HP adek aku yang lagi di asrama di jogja. Kemarin aku semacem apa ya bukan ngancem sih, hanya menyaratkan dia lewat kabel telfon pada malam jum’at. Karena dia liburnya pada hari jumat. Aku bilang ke dia, seperti biasa sebagai  partner bahasa papua yang ga ilang.
“ we, kasih tau de pu pasword apa boleh, kalo ko mau nanti sa cas kan baru sa bawa besok” (hey, beri tahu password Hpnya apa dulu, kalo kamu mau kasih tau nanti aku cas kan hapemu), rada ngancam ya kesannya, Hahaha. Terus intinya dia bilang iya. Gitu deh pake bahasa papua. Awkward sih. Oke ini prolog gmana diri ini akhirnya bisa buka hapenya daaaannn. Yaudah deh buka-buka deh.

Jadi, sebulan yang lalu aku tanya. “Ham ko sudah punya pacar kapa nih, jerawat pu banyak apa lagi, Joker perasaan ga jerawatan deh, ko nih jelek jerawatan pu banyak apaaaa, weh kasih tau sa dulu bah, sa tara bilang ibu sudah wee”. Ini aku inget banget tempat percakapan ini pas aku sama adek aku lagu jemur baju. Dannn dia akhirnya ngaku kalo dia emang punya.  yaa punya gebetan. Spontanlah aku kaget. Ya gimana ya, seberani itu dia. Yang aku kenal dia itu polos. Tapi ya disamping lega bahwa dia normal tapi rada khawatir. Lu kudu mikirin masa depan dulu men. Apalagi dengan nilai UN lo yang anjlok gitu. Hadeh, kalo ibu tahu mesti nanya orangnya yang mana, terus yang paling gue suka adalah, ibu bakal wejangan panjang lebar, dan “cari kayak mba pud tuh loh, cantik, sholihah”. Wkwkwk geli sih, aminkan saja.

Oke, hal yang pertama aku buka dari hapenya adalah, Aplikasi BBM. Gatau kenapa kok aku buka-nya nggak galeri photo dulu ya. Karena aku males liat chatnya, dan memang dari awal aku ga niat mau baca apapun chatnya. Aku cuma pengen liat profil temen-temennya udah, biasa kalo aku pinjem dihape temen liatnya yaa nggak chat, Cuma foto profil temen-temennya. Karena chat kan ya private, bukan hak aku lah mau kepo-kepoin, sekalipun adek aku. Dan finally,  aku buka satu-satu, dan disaat aku buka, ada chat yang kebuka, aku gatau sistemnya BBM gimana, soalnya aku udah nggak main BBM lagi. Kontaknya cowok sih, tapi isi chatnyaa. Subhanallah, jujur aku banyak mengumpat disini tapi aku batinin ajee, yang aku ucap cuma Astaghfirullah. Mungkin anda-anda semua bisa menebak apa isi chatnya. Kayaknya aku sampe astaghfirullah karena baru tahu aja kali ya, mungkin kebanyakan laki-laki chatnya juga beginian, akunya aja sih yang polos, ewkwkwkw. Tapi gelinya lahir bathin. Dari yang mulai bicarain tentang cewek sampe bokep juga ada, tapi yang bikin gue kaget bukan bicarain bokepnya, karena itu normal lah ya, aku ngerti. Yang aku penasaran bicara tentang antara dua insan yang sedang di candu asmara. Gileeeeee, aku geleng-geleng bukan main. Gini ya, cinta terkadang membuat insan tiba-tiba menjadi seorang pujangga.

Aku jadi tau disini mungkin kebanyak laki-laki kalo curhat kayak gini ya, aku jadi ngerti. Duh kalo aku kuliah di psikologi makin penasan aja nih aku. Ini gatau kenapa geli banget nggombal versi adek aku, aku belom pernah dikasih nih gombalan kayak gini, aku belom pernah dikasih nih modusan kayak gini, aku belom pernah dikasih nih rayuan kayak gini. Disaat itu juga OMG. Aku ngebatin nih cewek beruntung banget ya bsa dimodusin adek gue. Gila men, siapa sih yang gamau dimodusin tapi modusinnya bukan untuk diPHP, di manfaatin atau yang lainnya lah. Yang aku tahu Adek aku termasuk orang yang nggak neko-neko. Gak neko-neko dalam artian apa ya, aku juga gabisa jelasin sih lewat huruf per huruf, intinya masih polos lah. Disaat tementemennya pada punya pacar dan kalo ngumpul pada chat pacarnya masing-masing, apalah daya dia hanya cuma main game. Main game mennn, main game. Tapi aku bersyukur (dulu).  Ini tiba-tiba aja dia rela kayaknya bilang EXO dancenya bagus. Menn setau aku dia ga pernah bilang EXO bagus depan aku, woy sebagi EXO-L pada saat zaman itu sedih aja men, dan ketika didepan gebetanya dia bilang bagus, dan pamer kalo dia punya jumper bertuliskan Sehun 94, huhu. Duh, miris bacanya. Ya aku tahu, ini mungkin memang cinta pertamanya. Maklum lah. Geli sih baca chatnya, kok baka banget adek aku, duh, astaghfirullah. Berbanding terbalik dengan aku, aku kalo lagi kasmaran, nulis di black notes, ato ga aku buat semacem surat kecil gitu, dan aku simpen sendiri, bahkan aku doain. Jadi kayak aku punya buku gitu yang bisa dibilang journal tapi isinya gitu, aku nyebutnya black notes sih. Lah ade aku, jadi pujangga diumbar-umbarin. Btw, romantisan mana? Ewkwkwkw. Ada chat lagi dengan dua temennya, menarik sih. Temen yang pertama ngngetin “ nafsu syahwat yang besar bisa saja mengalahkan pemikiranmu teman, makanya ko harus belajar agama agar terhindar dari zina, katong (kita) yang su terlanjur zina ni saja banyak-banyak bertobat, kau chat sama dia saja sudah zina, itu sudah zina pemikiran. ko nih chat tu sama saja zina, tong yang sudah terlanjur ni tinggal banya-banyak istighfar saja”. Pada teman kedua, mereka membahas foto profil milik si teman kedua ini, dimana foto profil ceweknya, selang sepuluh hari apa ya, aku liat, chatnya ngomong pacar temen kedua ini, nanyain hal gituan. Oke absurd. adek aku juga sih malah mancing-mancing, sengklek ga sih  “ngapain minta foto bugil klau setiap hari tong liat dia bugil, dengan sotoynya “bah tong kan pacaran memang Cuma buat itu, dan bilang bodo tong ini masih kecil, tidak akan dapat cewek yg setia sampai mati. Jadi nikmatilah sebelum dewasa. I know thats really reallly awkward. Lagi-lagi istighfar. dan aku liat chatnya lagi sama gebetannya, kemarin, mereka masih chat-an. Yah gue gatau akhirnya gimana, ini haknya sih ga ikut-ikut. Kita mah kasih nasihat aja.


Dan aku bingung lagi apa yang ingin aku tulis lagi dari kejadian Malam ini. Satu Alasan kenapa aku nulis kejadian ini adalah bukannya aku mau buka aib, ataupun cerita omongkosong bahkan pamer, enggak sama sekali. Gue Cuma mau ngingetin aja, yang ditujukan kepada adek aku. Aku tahu kalo untuk bahas cinta emang ga pernah habis. Salah satuhal yang selalu aku syukuri adalah dianugerahkan cinta. Salah satu anugrah Allah yang sangat indah. Gue bersyukur. Cinta juga menjadi salah satu hal inspirasiku, bahkan dia adalah inspirasi setelah kedua orangtuaku. Mungkin nggak cuma aku, kalian juga. But, berat men kalo bicara agama. Yang pernah aku baca. Dalam surat An-nuur ayat 30, mungkin di gugel lebih lengkap penafsirannya. Kembali lagi sih direnungkan, direnungkan tentang hal ini. Contoh hal yang lebih nyata deh kaka kelas gue, temen gue, iya kerudungnya gede-gede tapi kok punya pacar?, tapi kok boncengan dengan lawan jenis?, mbak-mbaknya juga sering ceramah” kalo ada diskusi kecil. Ya kan lucu. Pernah nggak sih bertanya dengan kejadian sama kayak aku?. Namanya manusia kita gatau, aku juga kadang lalai bruh. Emang rada lucu kalo orang ngomong berpacaran secara islami, apakah ada makan babi yang islami, minum minuman keras islami. loh gimana caranya brosistahh sekalian?. Mungkin makan minumnya dimasjid gitu jadi halal. Beratt men nyangkutin agama. Cuma aku percaya pada cinta sejati. Dan kalian pasti tau cara nemuin cinta sejati yang aku maksud. Kita hanyalah pemeran yang sudah dituliskan Allah untuk, duh bisa dilanjutin sendirikan?. Mencintai tapi tak selalu disisi. Kalo diibaratkan bagaimana pungguk merindukan bulan, nah seperti itulah aku yang hanya mengagumi dalam kejauhan dan dalam diam dengan sesama insan. Yashh angkuhnya hasrat ini. Semoga Kepoan malam ini membuat diri lebih dekat dengan Sang Pemilik Cinta.  Ahabbaka Ilazy ahbabtanylah. Am i talking to myself again?   




Share:

Rabu, 22 Maret 2017

OPINI.Vol1



YOUR PRIORITY

Big Dream | Long Plan

PRIORITYIKHLASFIGHTING

Sebenernya menurutku If you want to change your life, please-please-please pikirkan apa yang jadi prioritas kamu. Kita harus tau apa yang jadi prioritas kita. Big Dream?, Long Plan?, soalnya berdasarkan pengalamanku, aku adalah orang yang mempunyai mimpi besar tapi usahanya ga sebesar mimpi. Say I’m not same with you, kalian nggak gitu kan?. kuharap sih gitu. Memang, aku akui akan selalu yang harus dikorbankan. For what gitu?, ya supaya kita bisa maksimal dengan apa yang bener-bener kita inginin. Not just glance to happy. Iya kan?

Prioritas kebanyakan orang adalah menjadi orang yang lebih baik. Of course, siapa sih yang gamau punya kehidupan yang lebih baik. Jadi menurutku MULAILAH MENGOREKSI KESALAHAN” KAMU!!. Memang untuk mulai menerima kenyataannya agak  sulit sih sesuai pengalamanku. Kuncinya sih JANGAN NGELUH, itu ngeluh gabakal ngerubah apa-apa. Tugas kamu juga ga bakal beres-beres. Right?

Therefore, If you know truly your priority, You know gimana kamu ngeusahain prioritas kamu itu, godaan apapun aku yakin ga bakalan ampuh deh ngusik prioritas kamu itu. IF YOU Love THEM, YOU WILL CHANGE. Them disini pasti ngerti kan buat siapa?. Terpenting menurutku adalah Berubah menjadi yang lebih baik, pribadi yang tidak menyia-nyiakan waktu. Selamat memperbaiki diri Guyss!! (tulisan ini sebenernya lebih didekasikan ke diri saya sendiri :) #pudyaselfreminder)




Share:

Kamis, 17 April 2014

CRP.VOL 1


           Sehijau harapan dalam  ilustrasi sang Ayah

Januari yang kelabu. Seperti kemarin hujan turun lagi. Beribu bulir
hujan yang jatuh menyapa bumi. “aduh
  kenapa sih,
dari kemarin hujan terus gak berhenti-henti?” ujarku
 berjalan terseok-seok menuju kamar kakak laki-lakiku, dan menyeret
sebuah kursi sofa ke tepi jendela dan duduk diatasnya. Kakakku yag sedang asyik
bermain play station ramah lingkungan yang dibuatnya hanya menoleh sekilas ke
arahku. “Memang kenapa sih ocha?, hujan itu nikmat loh, harus disyukuri”.
Celetuknya, lalu kembali menekuni layar televisi.
                                                           
Pagi ini terlihat cerah, mendung sudah tak terlihat lagi, namun
ketika aku membuka jendela kamarku, bau busuk yang membelenggu tercium oleh
hidungku. Aku pun bergegas kekamar bang Boim dan menggoyang-goyangkan tubuhnya,
dan menyuruhnya untuk
  melihat keadaan dikamarku. Bau apaan sih
cha?
celetuknya sambil menutup indra pembaunya. “Lha nggak tahu, biasanya
kan abang yang sensitive sama beginian?” protesku.
  Hmm, pantes itu sungai belakang rumah, sampahnya aja pada numpuk, ya
baunya sampe sini
. Lagian siapa sih yang buang sampah disitu?, minggu lalu kan abang sama
temen abang udah bersihin?, kok udah numpuk ajja?”, protesku. “Lagian siapa sih
yang buang sampah disungai, bukannya udah tahu ntar jadinya bakal gimana.”
Katanya kesal.
 

Barisan kendaraan sudah berjejeran di sepanjang jalan raya hari ini.
Kemacetan seperti ini sudah mungkin terjadi menimpa diriku. Namun lain halnya
dengan kakakku, Boim, dia tidak pernah mengalami kemacetan ketika berangkat ke
kampus sekolahnya, sampai sekarang pun dia juga belum terlalu lancar
mengendarai sepeda motor. Walaupun kebanyakan teman-temannya menyuruhnya
mengendarai motor, namun dia berpendapat kesadaran menggunakan sepeda oleh para
generasi muda karena hancurnya bumi dengan polusi yang diakibatkan oleh
kendaraan bermotor. Selain menurutnya sepeda sebuah kendaraan yang murah,
terjangkau oleh semua masyarakat dan sangat banyak memiliki manfaat kepada
sekitar sampai kepada diri sendiri.

Berbeda denganku, aku tidak terlalu menyukai penghijaun, kelihatannya
sama saja, tidak mempengaruhi keadaan bumi sekarang. Namun kakakku selalu
mengajakku melakukan aksi penghijauannya bersama di hutan, seperti
  liburan akhir semester ini dia berniat mengajakku program go green
one man one tree, satu orang satu pohon, menyebutnya sebagai paru-paru dunia.

                                                                       

            “The number you’re calling can not be reach at the moment, please
try again”, “ahh gagal lagi” kata kakak yang dari tadi memencet-mencet tombol
hpnya terlihat putus asa. Kami pun pergi meninggalkan halte bus dan menuju
ketempat yang sudah terasa sejuknya. Kami pun mendatangi sebuah rumah tua
dengan tembok yang hanya berupa bambu dan sebuah pintu triplek. “Dug dug dug!”,
kakakku pun mengetuk pintu tersebut, sedangkan aku hanya diam tidak tahu apa yang
sebenaranya kakakku lakukan.
 

            “ Ya siapa disana?” jawab seseorang dirumah itu, suaranya terlihat
lemah juga rapuh. Selang beberapa lama muncul seorang kakek dengan susah payah
membuka pintu rumahnya sambil memegang tongkat bambu. Terlihat kurus dan pucat.
 

            “Oh, kamu cu sini masuk dulu, pasti capek habis perjalanan jauhkan
tadi kesini.” Aku dan bang Boim pun akhirnya masuk dan duduk lesehan diatas
anyaman yang terlihat kusam dimakan usia. “Kek, saya dan Ocha hanya ingin
menanyakan beberapa hal kepada kakek tentang ayah saya”, kata kakakku dengan
lembut dan sopan. “Iya, tanya apa cu?” tanya kakek dengan suara yang rapuh
namun pasti. “Sebenarnya dimana ayahku kek?, aku menemukan surat ini di dalam
lemari mama kek, katanya aku boleh menyusul ayah di alamat ini kek, tapi
ternyata ini rumah kakek.” Tanya kakaku lagi, dan lagi-lagi aku hanya diam dan
tidak mengerti apa-apa tentang ini.

“Kakek tidak tahu cu, setahu kakek ayahmu tinggal di jalan Flamboyan
nomer 17” sahut kakek. “Hah? Jalan Flamboyan? Dimana itu kek? Kata kakak
terlihat kaget . “Tempatnya berada di hutan tunjang daerah barat, kira-kira 100
meter dari sini, mau jalan, atau mau pakai sepeda ontel kakek?”. “Tapi kok udah
karaten begitu ya kek?”. “Gini-gini masih bisa jalan” jawab kakek tersenyum.
“Ini ambil, bisa naik sepeda tha??” sambil mengambil sepeda di belakang
rumahnya.

“Keren ya ocha?, keren banget kek onthelnya”. “Iya cu, ini sepeda
legendaris jamnnya Belanda dulu”. “Iyya kek, saya langsung pergi aja ke Hutan
Tunjang ya kek, ini udah sore soalnya”.” Kami pamit dulu ya kek” sahutku dan
memonceng bang Syahrir di belakang. Sampai dijalan menuju hutan planet ternyata
hari sudah mau gelap. Lalu aku bersama bang Boim menuju salah satu gubuk dan
menemui seseorang yang kelihatannya adalah penjaga hutan planet tersebut. “Maaf
nak, adaapa kemari?”. “Maaf pak saya ingin bertemu ayah saya di jalan Flamboyan
nomor 17?”. “Oh ya, maaf nak, mari saya antarkan?”. “Kenapa bapak meminta maaf
kepada saya?”. “Maaf nak”. Kata penjaga itu tanpa menjawab pertanyaan kakak
lelakiku.
 

Sesampainya dijalan Flamboyan nomor 17, aku dan bang Boim menganga
ketika melihat sebuah rumah yang besar dengan penjagaan lengkap juga. Kami pun
langsung masuk kerumah tersebut dengan perasaan yang takut luarbiasa karena
terlihat orang yang mempunyai rumah ini adalah orang penting dan terkenal. Tapi
tanpa disangka, penjaga tersebut membiarkan kami masuk dan membiarkannya tanpa
menanyainya. Lalu seseorang pun keluar, kami pun bertemu dengan sang ayah.
“Ayahhh..” kata bang Boim sambil berlari ingin memeluk sang ayah. “Anakku...”
kata si ayah dengan tampang lugunya yang polos sekaligus bingung
  siapa dua pemuda yang ada di depannya. Siapa
sebenarnya dia?
tanya bapak itu kepada salah satu penjaganya. Aku pun menyusul kakakku
dan tanpa disengaja aku terpeleset dengan wajah membentur batu. Ternyata
yang ia temui itu bukanlah ayahnya, ayahnya ternyata adalah penjaga pintu yang
tadi meminta maaf kepada Boim.
 
                                                                       

“Cha, Ocha bangun cha?”, aku hanya terdiam, ternyata aku hanya
kelelahan mencangkul tanah. Aku dan bang Boim pun bergegas melanjutkan aksi
penghijauan di hutan ini, “kak kita udah banyak nanam pohon di hutan ini, tapi
nama hutan ini apa?” tanyaku memastikan. “Kurang tahu juga cha, tapi sekitar
500 meteran lagi udah ada canopy bridge”. Ternyata hutan ini bukan bernama Hutan
Tunjang. “Cha cepetan lanjutin, bengong ajja, yang penting sekarang kita harus
mengikuti kehidupan masa depan pohon yang kita tanam ini, kamu ingat pesan yang
ada di
  surat lemari mama kan?, kalo kita bisa menyukseskan gerakan menanam
satu milyar pohon, kita akan secepatnya bertemu ayah
. Sehijau
harapan dalam anganku dan tersenyum sambil mengilustrasikan wajah sang ayah. Tanpa
disangka ayahnya melihat mereka berdua dari belakang pohon dengan penuh bangga.
Karena alam adalah asanya.

17-04-2014
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Halaman

ABOUT

Foto saya
Welcome to my imagination, shadow, moodboosta, my self, trip, adventure dan lainnya. please comment in my story.

Malam-malam Kepoin Handphone Orang

Malam ini, diri ini dengan kepo yang tak tertahankan, iseng membuka HP adek aku yang lagi di asrama di jogja. Kemarin aku semacem apa ya bu...